Simon Nahak Siap Cabut Akar Korupsi dari Malaka

Betun, Berita Perbatasan-Untuk urus korupsi, Bakal Calon (balon) Bupati Malaka Simon Nahak mengaku tetap berada di jalur bebas. Sebab, sebagai akademisi dan lawyer (advokat, praktisi hukum), Simon tetap konsisten pada profesinya untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran bagi banyak orang.

Hal itu ditegaskannya saat mendaftarkan diri di Sekretariat PKB Kabupaten Malaka sebagai balon bupati Kabupaten Malaka Periode 2020-2024, Sabtu (05/10/2019).
“Sebagai lawyer, komitmen saya adalah membela keadilan sekali pun langit akan runtuh”, katanya.
Simon menyatakan tidak mau berandai-andai soal pemberantasan korupsi. Sebab, sebagai lawyer, bila terpilih menjadi bupati, utamanya adalah disiplin pegawai dalam segala hal. “Kalau pegawai tidak disiplin, pasti banyak hal tidak beres. Pintu masuk korupsi tentu sangat terbuka”, tandas Simon.
Sebaliknya, menurut Simon, dia akan semakin liar kalau tidak terpilih atau kalah bertarung dalam pilkada Malaka 2020.
“Jika kalah, saya semakin liar seperti kuda lepas kendali. Sebab, saya malah semakin bebas karena bermain di jalur bebas. Tidak ada yang membatasi saya di jalur memberantas korupsi. Artinya, walau kalah, saya masih punya jalur main karena saya doktor hukum pidana di Indonesia. Siapa tahu garis tangan saya, jika kalah dari pilkada bupati saya jadi ketua KPK, akar KKN akan saya cabut dari Malaka”, tandas Simon.
Menjawab pertanyaan wartawan siapa pasangan wakilnya dalam pilkada Malaka, Simon bilang, tetap menghargai proses yang sedang berlangsung di internal sembilan partai politik di Kabupaten Malaka. Sebab, partai politik yang berhak menentukan pilihan pasangan wakilnya. Siapa tahu partai sudah menyiapkan figur yang lebih sakti.
“Untuk sementara saya masih jalan sendiri, lebih indah, tidak ada yang melarang”, demikian Simon.
Sesaat sebelum meninggalkan Sekretariat DPC PKB Kabupaten Malaka, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malaka Hendrik Fahik Seran mengingatkan, para balon yang sudah mendaftar akan mengikuti Musyawarah Kebangkitan (Muskit) untuk membahas Program Kerja, Visi dan Misi para balon bupati dan wabup. Muskit ini melibatkan seluruh pengurus cabang dari 12 kecamatan dan 127 pengurus anak cabang di seluruh Kabupaten Malaka. Hasil Muskit inilah yang akan direkomendasikan kepada DPC di kabupaten untuk ditindaklanjuti ke DPW di propinsi.
Karena itu, Hendrik menegaskan, sebelum rekomendasi itu dikeluarkan partai, para balon bupati dan wabup yang mendaftar sendiri-sendiri di PKB sudah harus ada pasangannya.
Hingga berita ini diturunkan, balon yang sudah mendaftar di PKB adalah Simon Nahak, Stefanus Bria Seran dan Louise Lucky Taolin. (anm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *